Mentalitas Partner in Crime


Mungkin anda termasuk orang yang telah muak dengan segala kebobrokan moral yang terjadi disekitar anda, terutama yang berkaitan dengan keserakahan harta duniawi sehingga menghalalkan cara untuk mendapatkannya. Celakanya, yang dulunya haram kini telah bergeser menjadi hal yang biasa kita lakukan tanpa pernah mempertimbangkannya lagi benar dan salahnya. 

Menyuap atau menyogok dalam berbagai urusan telah menjadi hal yang wajar, bahkan kini malah masyarakatlah yang berinisiatif untuk memulainya biar urusan jadi lancar katanya. "Daripada menunggu nggak puguh, mendingan nyogok aja", begitu sering kita dengar. Tanpa sengaja kita telah bersekongkol dan berkawan akrab dengan kejahatan. Lihat saja bagaimana orang mengurus KTP. Mana ada yang tidak pakai uang pelicin, dan semuanya merasa hal itu wajar dan baik-baik saja. Sungguh kita memang telah berkawan dengan setan.

Anggota DPR yang tidak terhormat (meski mereka selalu ingin disebut dengan yang terhormat), dan para petinggi pemerintah bergumul dan bergelimang dengan kekotoran sogok menyogok bin suap menyuap, dan merasa hal itu jamak-jamak saja.

Mentalitas Partner in Crime adalah sikap batin yang bersahabat dengan kejahatan. sadar ataupun tidak. Mungkin anda belum melakukan tindak kejahatan secara langsung, tetapi jika kita mentolerir kejahatan itu terjadi di depan mata berarti kita pun telah memiliki mentalitas bersekongkol dengan kejahatan.

Nah, jika anda memiliki kisah yang berkaitan dengan itu, silakan sharing di blog ini dan kita diskusikan. semoga bisa menjadi ajang refleksi diri agar tidak terlanjur menjadi penjahat tanpa menyadarinya. Aatau bisa kembali ke jalan yang benar sebelum kembali ke alam baka.

Tidak ada komentar: